Pancing Perhatian Wisatawan, Festival Domba Garut di Sumedang Hadirkan 200 Peserta

Berita47 Dilihat

JABARNEWS.ID | SumedangNews: Gelaran Seni Ketangkasan Domba Garut yang digagas Himpunan Peternakan Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) DPC Sumedang, Jawa Barat, mendadak menjadi magnet wisata budaya dan menarik perhatian pengunjung dari berbagai daerah.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu (20–21/12/2025), di Lapang Pamidangan Pasir Langit, Desa Cibungur, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang.

Ratusan Domba Garut dari berbagai wilayah di Sumedang ambil bagian dalam ajang tersebut, yang digelar dalam rangka Milangkala ke-6 HPDKI DPC Sumedang.

Selain menyuguhkan final liga seni ketangkasan Domba Garut tingkat kabupaten, acara ini juga dimeriahkan dengan pameran ternak unggulan serta Expo UMKM yang menampilkan berbagai produk olahan peternakan, seperti susu kambing.

Perpaduan antara seni tradisi, edukasi peternakan, dan produk UMKM lokal ini terbukti mampu menarik minat wisatawan, termasuk dari luar daerah.

Salah seorang pengunjung, Citra Dwi, wisatawan asal Cimahi, mengaku sengaja datang bersama rekan-rekannya untuk menyaksikan langsung ketangkasan Domba Garut sekaligus menikmati suasana wisata budaya.

“Lihat kambing-kambing, ini aku lagi liburan, aku dari Cimahi, ada kegiatan juga di sini. Bagus banget, aku baru pertama kali liat yang kecil itu, kambing pighmy, harapannya lebih dilestarikan aja untuk budaya Sunda,” katanya.

Ketua HPDKI DPC Kabupaten Sumedang, Jajang Heryana, menjelaskan bahwa pada hari pertama kegiatan digelar final liga ketangkasan Domba Garut tingkat kabupaten yang diikuti lebih dari 200 peserta, dengan total 119 pertandingan.

Pada hari kedua, kegiatan dibuka untuk umum tingkat Provinsi Jawa Barat sebagai bagian dari perayaan Milangkala ke-6 HPDKI DPC Sumedang sekaligus menjadi ajang promosi kualitas ternak hasil peternak lokal.

“Jadi seni ketangkasan domba ini dapat meningkatkan silaturahmi, yang kedua meningkatkan hasil budidaya. Di kontestasi atau kejuaraan, sehingga harga domba maupun kambing yang ada harganya jadi lebih naik. Ini bisa membantu ekonomi di kalangan peternak,” ujar Jajang.

Ke depan, HPDKI DPC Sumedang menargetkan penyelenggaraan kontes ternak berbasis bibit unggul dengan dukungan pemerintah daerah. Sejumlah kategori yang direncanakan meliputi raja bibit, raja pejantan, raja pedaging, hingga raja kasep, baik untuk domba maupun kambing.

“Kalau pakasep-kasep (adu ganteng) lebih ke kontes ternak. Kami juga banyak rasnya. Mudah-mudahan tahun 2026 diagendakan kontes ternak,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Sumedang, Asep Aan Dahlan, mengapresiasi konsistensi HPDKI dalam membina peternak dan melestarikan seni ketangkasan Domba Garut.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pelestarian budaya Sunda, tetapi juga sarana edukasi dan penguatan ekonomi masyarakat.

“Ketangkasan ini juga sebagai melanjutkan tradisi, dan juga ada nilai sosial dan mengangkat ekonomi. Domba-domba yang ada di ketangkasan ini memiliki nilai jual yang cukup fantastis. Dan juga sarana edukasi seperti bagaimana memelihara domba yang baik, termasuk bagaimana kesehatan kandang dan ternaknya harus diedukasi,” tuturnya.

Ia berharap, jika dikelola secara berkelanjutan, seni ketangkasan Domba Garut dapat berkembang menjadi daya tarik wisata budaya unggulan, sekaligus mendorong peningkatan nilai ekonomi sektor peternakan di Kabupaten Sumedang. (*)